Selamat Datang di laman Program Studi Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi

Friday, 01 March 2013 01:43

SPO Tumor Thyroid

Written by 
Rate this item
(8 votes)

BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado

PENANGANAN TUMOR THYROID DAN PARATHYROID

Nomor Dokumen:

Nomor Revisi:

Halaman:

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
(S.P.O)

 

PELAYANAN BEDAH ONKOLOGI

Tanggal Diserahkan:

Disahkan oleh:
Direktur Utama, 

 

Dr. Djolly M. Rumopa, Sp.OG
NIP: 195507181983011001

PENGERTIAN

Tumor thyroid/parathyroid: Tumor thyroid/parathyroid  adalah setiap benjolan/massa yang teraba pada thyroid/parathyroid saat palpasi ataupun dengan bantuan imaging.

Manifestasi klinis:

  • Ada benjolan/massa pada thyroid/parathyroid, yang dibuktikan dengan imaging.

Kriteria diagnose :

  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan dan Diagnosa

  • Laboratorium
  • Ultrasonografi thyroid/parathyroid
  • Scan thyroid /parathyroid
  • CT-scan leher (untuk tumor yang besar)
  • Foto Thoraks
  • USG Abdomen
  • Bone Scan
  • FNAB

Tatalaksana : tergantung stadium dan lokasi tumor

  • Lobektomi
  • Subtotal lobektomi
  • Istholobektomi
  • Subtotal thyroidektomi
  • Total thyroidektomi
  • Radikal Neck Dissection, jika ada metastase kelenjar getah bening
  • Setelah operasi diberikan thyrax dalam bentuk suplemen. Substitusi atau supresi.
  • Dilakukan scan thyroid, bila masih ada sisa dilakukan radioterapi
  • Parathyroidektomi
  • Kemoterapi/kemoradiasi untuk kasus metastasis jauh
  • Ablasi

TUJUAN

Untuk memberikan pelayanan yang efektif dengan morbiditas yang rendah  dan masa rawat yang relatif singkat

KEBIJAKAN

  1. Pilihan tatalaksana pasien dilakukan sesuai indikasi dan kemampuan ekonomi pasien
  2. Penegakan diagnosis dilakukan sesuai kemampuan laksana

PROSEDUR

  • Pasien mendaftar dibagian pendaftaran dan akan diberikan untuk pasien sesuai dengan dokter yang diinginkan
  • Pemeriksaan oleh dokter adalah sesuai dengan nomor urut mulai dari:
  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • USG thyroid/parat
  • Scan thyroid/parathyroid
  • Pasien akan diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan:
    • Laboratorium
    • Radiologi
    • Pemeriksaan penunjang lain sesuai dengan kebutuhan
  • Pasien akan dikonsulkan ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan; dan dilakukan operasi.
  • Pasien diminta kontrol sesuai jadwal, setelah melengkapi pemeriksaan yang diminta untuk diputuskan jenis tindakan yang akan dilakukan. Bila ada indikasi untuk dilakukan tindakan operasi, akan dibuatkan surat konsul ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan.
  • Setelah toleransi untuk tindakan dianggap cukup, akan ditentukan jadwal tindakan sesuai kesepakatan dengan dokter. Dokter akan membuat surat perintah rawat sesuai dengan ruangan yang diinginkan oleh pasien.
  • Pasien  sudah harus dirawat paling lambat 1 hari sebelum tindakan untuk pemeriksaan anestesi oleh dokter anestesi atau dirawat lebih awal sesuai kebutuhan toleransi operasi.
  • Pasien sudah harus datang 30 menit sebelum tindakan dan menyelesaikan administrasi keuangan sebelum dilakukan tindakan.
  • Tindakan anestesi akan dilakukan oleh dokter anestesi sesuai jadwal dan persiapan tindakan dilakukan oleh perawat atas instruksi dokter dan tindakan appendiksektomi dilakukan oleh dokter bedah.
  • Pasca tindakan pasien kembali ke ruangan. Perawatan selama di ruangan menjadi tanggung jawab dokter bedah dan akan dipulangkan apabila keadaan pasien dianggap memungkinkan.
  • Pasien diharuskan kontrol sesuai dengan instruksi dokter.

DOKUMEN TERKAIT

  1. Surat rujukan
  2. Rekam medis
  3. Hasil pemeriksaan

UNIT TERKAIT

  1. Departemen Radiologi diagnostik
  2. Departemen Patologi Anatomi
  3. Departemen Patologi Klinik
  4. Departemen Radiologi Nuklir
  5. Ruang rawat terkait

 

 

PELAYANANTUMOR THYROID

Read 18999 times Last modified on Monday, 11 March 2013 05:18