Selamat Datang di laman Program Studi Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi

Friday, 01 March 2013 01:24

SPO Tumor Payudara

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado

PENANGANAN TUMOR PAYUDARA

Nomor Dokumen:

Nomor Revisi:

Halaman:

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
(S.P.O)

 

PELAYANAN BEDAH ONKOLOGI

Tanggal Diserahkan:

Disahkan oleh:
Direktur Utama,

 

Dr. Djolly M. Rumopa, Sp.OG
NIP: 195507181983011001

PENGERTIAN

Tumor payudara: Tumor payudara adalah setiap benjolan/massa yang teraba pada saat palpasi ataupun dengan bantuan imaging.

Manifestasi klinis:

  • Ada benjolan/massa pada payudara, yang dibuktikan dengan imaging.

Kriteria diagnose :

  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan dan Diagnosa

  • Laboratorium
  • Ultrasonografi Payudara
  • Mammografi
  • Bila curiga ganas tumor > 5 cm :
    • Foto Thoraks
    • USG Abdomen
    • Bone Scan

Tatalaksana : tergantung stadium

  • Tumor Jinak dilakukan Eksisi biopsy
  • Stadium I, II dan sebagian stadium III : BCS (Breast Conserving Surgery) atau Radikal Mastektomi Modifikasi, dilanjutkan kemoterapi, terapi radiasi dan hormonal terapi
  • Stadium IIIB dan IIIC : terapi Neoadjuvant, Operasi, Kemoterapi, terapi radiasi dan terapi Hormonal
  • Stadium IV : paliatif terapi (terapi hormonal, kemotarapi, terapi sinar)

TUJUAN

Untuk memberikan pelayanan yang efektif dengan morbiditas yang rendah  dan masa rawat yang relatif sempit

KEBIJAKAN

  1. Pilihan tatalaksana pasien dilakukan sesuai indikasi dan kemampuan ekonomi pasien
  2. Penegakan diagnosis dilakukan sesuai kemampuan laksana

PROSEDUR

  • Pasien mendaftar dibagian pendaftaran dan akan diberikan untuk pasien sesuai dengan dokter yang diinginkan
  • Pemeriksaan oleh dokter adalah sesuai dengan nomor urut mulai dari:
  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • USG dan mammografi
  • Pasien akan diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan:
    • Laboratorium
    • Radiologi
    • Pemeriksaan penunjang lain sesuai dengan kebutuhan
  • Pasien akan dikonsulkan ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan; dan dilakukan operasi.
  • Pasien diminta kontrol sesuai jadwal, setelah melengkapi pemeriksaan yang diminta untuk diputuskan jenis tindakan yang akan dilakukan. Bila ada indikasi untuk dilakukan tindakan operasi, akan dibuatkan surat konsul ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan.
  • Setelah toleransi untuk tindakan dianggap cukup, akan ditentukan jadwal tindakan sesuai kesepakatan dengan dokter. Dokter akan membuat surat perintah rawat sesuai dengan ruangan yang diinginkan oleh pasien.
  • Pasien  sudah harus dirawat paling lambat 1 hari sebelum tindakan untuk pemeriksaan anestesi oleh dokter anestesi atau dirawat lebih awal sesuai kebutuhan toleransi operasi.
  • Pasien sudah harus datang 30 menit sebelum tindakan dan menyelesaikan administrasi keuangan sebelum dilakukan tindakan.
  • Tindakan anestesi akan dilakukan oleh dokter anestesi sesuai jadwal dan persiapan tindakan dilakukan oleh perawat atas instruksi dokter dan tindakan appendiksektomi dilakukan oleh dokter bedah.
  • Pasca tindakan pasien kembali ke ruangan. Perawatan selama di ruangan menjadi tanggung jawab dokter bedah dan akan dipulangkan apabila keadaan pasien dianggap memungkinkan.
  • Pasien diharuskan kontrol sesuai dengan instruksi dokter.

DOKUMEN TERKAIT

  1. Surat rujukan
  2. Rekam medis
  3. Hasil pemeriksaan

UNIT TERKAIT

  1. Departemen Radiologi diagnostik
  2. Departemen Patologi Klinik
  3. Departemen Patologi Anatomi
  4. Departemen Radiologi Nuklir
  5. Ruang rawat terkait

 

 

 

PELAYANANTUMOR PAYUDARA

 

Read 4789 times