Selamat Datang di laman Program Studi Ilmu Bedah Universitas Sam Ratulangi

Thursday, 28 February 2013 16:36

SPO Tumor Kelenjar Salivarius

Written by 
Rate this item
(0 votes)

BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado

PENANGANAN TUMOR KELENJAR SALIVARIUS

Nomor Dokumen:

Nomor Revisi:

Halaman:

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
(S.P.O)

 

PELAYANAN BEDAH ONKOLOGI

Tanggal Diserahkan:

Disahkan oleh:
Direktur Utama,

 

Dr. Djolly M. Rumopa, Sp.OG
NIP: 195507181983011001

PENGERTIAN

Tumor kelenjar salivarius: Tumor kelenjar salivarius adalah tumor jinak atau ganas yang berasal dari sel epitel/myoepitel kelenjar liur.

Manifestasi klinis:

  • Ada benjolan/massa pada kelenjar parotis, kelenjar submandibularis, kelenjar sublingualis, mukosa traktus aerodigestivus dan sinus paranasales.

Kriteria diagnose :

  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan dan Diagnosa

  • Laboratorium
  • Radiologi (atas indikasi) dan sialografi
  • CT scan/MRI
  • Foto Thoraks
  • USG Abdomen
  • Bone Scan
  • FNAB

Tatalaksana : tergantung stadium dan lokasi tumor

  • Parotidektomi superfisial atau total
  • Eksisi luas
  • Radikal Neck Dissection, jika ada metastase kelenjar getah bening

TUJUAN

Untuk memberikan pelayanan yang efektif dengan morbiditas yang rendah  dan masa rawat yang relatif singkat

KEBIJAKAN

  1. Pilihan tatalaksana pasien dilakukan sesuai indikasi dan kemampuan ekonomi pasien
  2. Penegakan diagnosis dilakukan sesuai kemampuan laksana

PROSEDUR

  • Pasien mendaftar dibagian pendaftaran dan akan diberikan untuk pasien sesuai dengan dokter yang diinginkan
  • Pemeriksaan oleh dokter adalah sesuai dengan nomor urut mulai dari:
  • Anamnesa
  • Pemeriksaan fisik
  • Pasien akan diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan:
    • Laboratorium
    • Radiologi
    • Pemeriksaan penunjang lain sesuai dengan kebutuhan
  • Pasien akan dikonsulkan ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan; dan dilakukan operasi.
  • Pasien diminta kontrol sesuai jadwal, setelah melengkapi pemeriksaan yang diminta untuk diputuskan jenis tindakan yang akan dilakukan. Bila ada indikasi untuk dilakukan tindakan operasi, akan dibuatkan surat konsul ke dokter penyakit dalam, anestesi dan spesialisasi lain sesuai kebutuhan untuk toleransi tindakan.
  • Setelah toleransi untuk tindakan dianggap cukup, akan ditentukan jadwal tindakan sesuai kesepakatan dengan dokter. Dokter akan membuat surat perintah rawat sesuai dengan ruangan yang diinginkan oleh pasien.
  • Pasien  sudah harus dirawat paling lambat 1 hari sebelum tindakan untuk pemeriksaan anestesi oleh dokter anestesi atau dirawat lebih awal sesuai kebutuhan toleransi operasi.
  • Pasien sudah harus datang 30 menit sebelum tindakan dan menyelesaikan administrasi keuangan sebelum dilakukan tindakan.
  • Tindakan anestesi akan dilakukan oleh dokter anestesi sesuai jadwal dan persiapan tindakan dilakukan oleh perawat atas instruksi dokter dan tindakan appendiksektomi dilakukan oleh dokter bedah.
  • Pasca tindakan pasien kembali ke ruangan. Perawatan selama di ruangan menjadi tanggung jawab dokter bedah dan akan dipulangkan apabila keadaan pasien dianggap memungkinkan.
  • Pasien diharuskan kontrol sesuai dengan instruksi dokter.

DOKUMEN TERKAIT

  1. Surat rujukan
  2. Rekam medis
  3. Hasil pemeriksaan

UNIT TERKAIT

  1. Departemen Radiologi diagnostik
  2. Departemen Patologi Anatomi
  3. Departemen Patologi Klinik
  4. Departemen Radiologi Nuklir
  5. Ruang rawat terkait

 

PELAYANANTUMOR KELENJAR SALIVARIUS

 

Read 7332 times Last modified on Wednesday, 06 March 2013 12:25